Hidup


Berat rasanya beban yang berada dipundak ini ketika kita menyadari bahwa diri kita merupakan tumpuan bagi keluarga kita. Belum lagi bentuk kesadaran itu diikuti dengan kesadaran bersosial, dimana masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan agar bisa berjalan tegak kembali.
Berbagai pemikiran terkukung dalam ruang sempit di kepala, memikirkan berbagai macam persoalan yang melanda. Tentang pergerakan, tentang kehidupan sosial, tentang keluarga, tentang percintaan, dan tentang akademis. Dengan begitu banyak problematika kehidupan yang harus di hadapi, itu mengajarkan aku untuk menjadi manusia yang lebih kuat setiap harinya.

Pergerakan
Saat ini aku sedang memasuki dan menjalani pergerakan yang berbeda dengan pergerakan yang pernah aku lakukan sebelumnya. Kali ini bukanlah pergerakan yang sering disebut orang lain sebagai pergerakan amal, pergerakan yang tidak menyelesaikan masalah. Memang aku akui, bergerak dibidang anak jalanan sangat menguras waktu dan tenaga jika kita sebagai orang biasa ingin menuntaskan permasalahan itu. Hati, jiwa dan raga menjadi satu kesatuan dalam menyelesaikan permasalahan yang tak kunjung selesai. Hari ini satu anak jalanan dapat terselamatkan, namun puluhan lainnya terbengkalai.

Karena berbagai peristiwa, pengalaman, dan pemahamanlah yang membuatku berpindah jalur walau memiliki tujuan yang sama. Aku melihat pergerakan itu tidak akan menyelesaikan masalah yang ada, melainkan hanya mereduce derita-derita orang lain. Menyelesaikan masalah ini hanyalah si pemilik otoritas yang mampu. Merubah, membuat kebijakan, dan menjadi pelaksana sekaligus mengontrol kebijakan tersebut. Inilah yang ingin aku capai ke depannya, semoga pergerakan ini dapat terlaksana walaupun sudah setahun lebih berjalan dengan lamban.

Kehidupan Sosial
Semenjak memutuskan untuk berpindah kampus, aku mulai menarik diri dari kehidupan sosial ku yang lama dan menfokuska diri ku dengan kehidupan sosial di jalanan. Aku memang bukanlah orang yang supel, dan bahkan ketika dikeramaian aku memilih untuk sendiri. Bukan terkucilkan, mungkin karena aku yang mengucilkan diri hingga pada akhirnya terkucil sendirian.

Beda pergerakan, beda kehidupan sosial yang dijalani. Namun aku tetap merasa kosong dan merindukan kehidupan sosial di masa lalu. Sering kali aku bertanya, siapa temanku, siapa sahabatku, dan kemana semua orang. Pertanyaan-pertanyaan itu hanya muncul sekilas ketika aku terduduk dalam renungan. Satu hal yang kunikmati ketika kesepian dan kerinduan menyerang, aku akan pergi ke suatu atap pasar di tengah malam, dan melihat segala kehidupan sosial yang terjadi dr atas sana.

Keluarga
Sejak kecil, aku terkenal sebagai seorang anak yang pembangkang. Aku tidak akan mengikuti, ataupun melaksanakan sesuatu yang tidak aku suka, dan bahkan aku tidak segan-segan melawan kedua orang tua jika mereka memaksakan kehendak. Beruntunglah aku memiliki orang tua seperti mereka, mampu mengawasi dan mendidik aku sehingga aku tidak memasuki dunia yang gelap ini. Mohon maaf jika diriku sering mengecewakan kalian. Semoga aku bisa membalas apa yang pernah kalian berikan kepada ku.

Cinta
Beberapa tahun yang lalu aku pernah menemui seorang wanita yang mampu merubah banyak hal dihidup ku, mungkin ini yang dinamakan cinta. Itu sudahlah lama, walaupun hari ini aku bermimpi buruk tentang dirinya ditengah-tengah antara tidur dan sadar. Semoga dia selalu sehat disana dan dijaga oleh terangnya langit.

Saat ini, aku sebenar-benarnya tidak mengerti apakah cinta itu. Mungkin saja hati ini telah mati rasa akan kehadiran cinta itu. Ataukah aku telah melupakan seperti apa cinta itu. Ya semoga bisa segera berubah dan menemukan kembali.

Akademik
Satu hal yang aku tidak sukai sejak kecil. Disaat aku menginginkan bermain diluar sana, mereka memaksakanku untuk duduk dan terkurung dalam ruangan. Disaat aku ingin berinteraksi, mereka melatang ku dan menyuruhku untuk tetap diam memperhatikan mereka berbicara. Aku seorang manusia, yang dibentuk tidak hanya dalam ruangan dan dari teori-teori buku usang. Aku juga dibentuk oleh kehidupan sosial bermasyarakat, dibentuk oleh perenungan-perenungan akan makna hidup ini.

Hal yang tidak ku sukai bukanlah sebuah ilmu, tetapi sebuah sistem yang memaksakan. Dan saat ini aku harus menyelesaikan apa yang aku mulai untuk kebahagiaan orang tua ku, walau aku tidak menyukainya. Dan semoga aku bisa lanjut S2 ke luar negeri, menempuh kehidupan, menimba ilmu diluar sana yang memiliki sistem pendidikan yang berbeda.

Sebuah akhir
Semoga apa yang ingin aku lakukan mendapat restu dr yang maha kuasa. Aku mampu menyelesaikan apa yang aku mulai, menjalaninya walau penuh caci maki dan rintangan.

Advertisements
Posted in my heart, what i think

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

June 2013
M T W T F S S
« May   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Blog Stats
  • 25,518 hits
Categories
%d bloggers like this: