Pagi hari


Pagi hari memang bukan saat yang tepat untuk bermimpi. Terutama jika mimpi itu akan bersemi menjadi sebuah harapan. Harapan-harapan yang engkau tau itu akan kandas. Harapan-harapan yang akan musnah begitu saja. Terutama jika mimpi dan harapan itu berasal dari eksternal diri kita. Memiliki harapan kepada orang lain, ayo kita ketemu esok hari, ayo berjalan bersama, ayo berharap melihat senyum itu, ayo berharap makan bersama, ayo pergi nonton bersama, ayo backpacking bersama, ayo ayo dan ayo.. tidak usah berbicara harapan atau mimpi yang besar. Harapan atau mimpi yang kecil pun bisa membuat terluka. Pagi hari bukanlah saatnya bermimpi. Face the reality! Siapa diri lo sehingga berani bermimpi? Apalagi sampai berani berharap kepada orang lain?

Memang kebodohan-kebodohan serupa akan selalu terulang, ya.. terulang begitu saja. Mungkin ada lebih baiknya ketika kita menghilang dan menjauh dari orang lain sehingga kita tidak akan menaruh setitik harapan kepada orang lain. Tentu saja itu tidak perlu aku kuatir akan hari ini, karena aku tau hari ini memang bukanlah hari-hari kemarin. Aku tidak perlu kuatir bahwa hari-hari ku akan menjadi lebih buruk dari hari-hari sebelumnya.

Advertisements
Posted in kesedihan hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

December 2012
M T W T F S S
« Oct   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Blog Stats
  • 28,025 hits
Categories
%d bloggers like this: