Social Worker – III


Peranan Pekerja Sosial sangat beragam dan tergantung terhadap bidangnya. Secara umum Pekerja Sosial dapat berperan menjadi mediator, fasilitator atau pendamping, pembimbing, perencana, atau bahkan pemecah masalah. Menurut dubois dan miley, kinerja pekerja sosial dalam melaksanakan peningkatan keberfungsian sosial dapat dilihat dari beberapa strategi Pekerjaan Sosial, seperti :

  1. Meningkatkan kemampuan orang dalam menghadapi masalah yang dialaminya.
  2. Menghubungkan orang dengan sistem dan jaringan sosial yang memungkinkan mereka untuk menjangkau atau memperoleh berbagai sumber, pelayanan dan kesempatan.
  3. Meningkatkan kinerja lembaga-lembaga sosial sehingga mampu memberikan pelayanan sosial secara efektif, berkualitas dan berperi kemanusiaan.
  4. Merumuskan dan mengembangkan perangkat hukum dan peraturan/regulasi yang mampu menciptakan situasi yang kondusif bagi tercapainya kemerataan ekonomi dan keadilan sosial.

Perlu kita sadari bahwa pekerja sosial berbeda dengan profesi lainnya, sebagai contoh psikolog, dokter pada saat mengobati pasien seorang dokter hanya memfokuskan perhatian pada penyakit pasien saja. Saat menghadapi subjek, seorang Pekerja Sosial tidak hanya melihat subjek sebagai target perubahan saja, melainkan juga harus melihat lingkungan atau situas sosial dimana subjek berada, termasuk didalamnya “orang-orang penting lain” (significant others) yang mempengaruhi subjek.

Mandat utama seorang pekerja sosial adalah memberikan pelayanan sosial terbaik bagi individu, keluarga, maupun masyarakat yang membutuhkannya sesua dengan nilai-nilai (Values), pengetahuan (Knowledge), dan ketrampilan (skill). Sedangkan fokus utama Pekerjaan Sosial adalah meningkatkan keberfungsian sosial (Social Functioning) melalui intervensi yang bertujuan atau bermakna. Keberfungsian sosial merupakan konsepsi penting bagi setiap pekerjaan sosial.

social functioning to be a central purpose of social work and intervention was seen as the enhancement of social functioning,” – skidmore, Thackeray dan Farley

Keberfungsian sosial merupakan sebuah resultant dari interaksi individu dengan berbagai sistem sosial di masyarakat, seperti sistem pendidikan, sistem kesehatan, sistem keagamaan, sistem politik, sistem pelayanan sosial, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, kemampuan melaksanakan peranan sosial adalah kapasitas seseorang dalam menjalankan tugas-tugas kehidupannya sesuai dengan status sosialnya. Misalkan status seorang ayah memiliki peranan sebagai pencari nafkah, pelindung dan pembimbing segenap anggota keluarga. Ia dikatakan tidak berfungsi sosial jika mengalami disfungsi sosial seperti sakit, cacat, dipenjara, dan lain sebagainya.


 

Advertisements
Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

September 2012
M T W T F S S
« Jun   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Blog Stats
  • 25,518 hits

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories
%d bloggers like this: