La Libéralisation Pendidikan


Apa yang salah dengan peliberan dari pendidikan? Liberalisme Pendidikan? Liberalisasi Pendidikan?

Melihat dari kata-kata liberal sendiri itu diambil dari bahasa Latin yang memiliki arti bebas dan bukan budak atau suatu keadaan dimana seseorang itu bebas dari kepemilikan orang lain. Makna bebas ini yang kemudian menjadi sebuah sikap dari kelas masyarakat terpelajar di Barat yang berarti kebebasan dalam berfikir. (The Old Liberalism).

Pendidikan sendiri pun seharusnya membuat seseorang dapat berpikir bebas dan membuka kurungan-kurungan yang menutup pemikiran mereka. Ketika kita mengambil makna atau paham liberal dari sisi kebebasan berpikirnya untuk menentang liberalisasi pendidikan di Indonesia, maka kita sama saja menentang agar para anak didik memiliki kebebasan berpikirnya. Tetapi bukankah memang banyak dari kita yang pemikirannya justru terkukung oleh pendidikan itu sendiri? :p

Dari makna kebebasan berfikir inilah kata liberal berkembang sehingga mempunyai berbagai makna, seperti makna liberalisme dalam politik yaitu ideologi politik yang berpusat pada individu, memiliki hak dalam pemerintahan, termasuk persamaan hak dihormati, berekspresi, dan bertindak serta bebas dari ikatan-ikatan agama dan ideologi (Simon Blackburn, Oxford Dictionary of Philosophy). Atau bahkan ketika kita melihat dari Alonzo L. Hamby, PhD, seorang Profesor dari Universitas Ohio, liberalisme baginya adalah sebuah paham dibidang ekonomi dan politik yang menekankan pada 3 hal yaitu, kebebasan (freedom), persamaan (equality), dan kesempatan (opportunity) (Brinkley, Alan. Liberalism and Its Discontens).

Bagaimana jika dari berbagai makna liberalisme yang telah berkembang itu diterapkan didalam bidang pendidikan, bahwa semua pendidikan itu berpusat pada individu, menekankan kepemilikan hak dalam pemerintahan, termasuk persamaan hak untuk dihormati sebagai sebuah individu, dan berpikir serta bertindak bebas dari ikatan-ikatan dogma ataupun ideologi. Dimana setiap Individu memiliki kebebasan menentukan pendidikan mereka, memiliki persamaan hak dalam menempuh pendidikan, dan memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan.

Bukankah Liberalisasi akan menjadi bagus jika menggambil makna yang diatas? Kecuali kita ingin mengkotak-kotakan bahwa liberalisasi dari sisi kepemilikan pribadi terhadap sektor pendidikan itu sendiri, dan pemerintah tidak banyak turun tangan dalam pembiayaan pendidikan. Jika seperti itu maka pemerintah sendiri sudah tidak liberalis lagi karena seharusnya pemerintah yang mengatur dan memastikan agar tiap individu dapat memiliki hak-hak (freedom, equality, and opportunity) yang sama dalam bidang pendidikan.

Advertisements
Posted in what i think

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

April 2012
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Blog Stats
  • 25,495 hits
Categories
%d bloggers like this: