Perubahan Organisasi Dan Manajemen Stres (Bagian II)


Mengelola Perubahan Terencana

Sekelompok karyawan yang bekerja dalam sebuah toko pakaian wanita eceran kecil menghadap pemiliknya: “Pencemaran udara dalam toko ini akibat asap rokok telah begitu mengerikan,” kata juru bicara mereka. “Kita tidak akan terus bekerja di sini jika anda mengizinkan merokok dalam toko. Kami menginginkan anda memasang tanda dilarang merokok pada pintu-pintu masuk dan tidak mengizinkan karyawan merokok di ruangan. Jika orang harus merokok, mereka dapat pergi ke pasar.” Si pemilik mendengarkan dengan perhatian pada ultimatun kelompok itu dan menyetujui permintaan mereka. Hari berikutnya pemilik memasang tanda dilarang merokok dan memberitahu semua pegawainya mengenai aturan baru itu.

Sebuah perusahaan pabrik mobil besar menghabiskan miliaran dolar untuk memasang robot yang mutakhir. Satu bidang yang akan menerima peralatan baru itu adalah bidang pengendalian mutu. Peralatan canggih yang terkendalikan komputer itu akan ditempatkan untuk memperbaiki secara mencolok kemampuan perusahaan dalam menemukan dan mengoreksi cacat. Karena peralatan baru itu akan mengubah secara dramatis pekerjaan orang di bidang pengendalian mutu, dan karena manajemen mengantisipasi penolakan karyawan yang cukup kuat terhadap peralatan baru itu, eksekutif mengembangkan suatu program untuk membantu orang mengenali baik-baik peralatan tersebut dan menangani setiap kecemasan yang mungkin mereka rasakan.

Kedua skenario di atas merupakan contoh dari perubahan. Artinya, keduanya bersangkut-paut dengan perihal membuat sesuatu menjadi lain (perubahan). Tetapi, hanya skenario kedua yang menguraikan perubahan yang terencana. Banyak perubahan dalam organisasi yang terjadi begitu saja. Beberapa organisasi memperlakukan semua perubahan sebagai suatu peristiwa kebetulan. Pada kali ini kita akan menangani perubahan sebagai suatu kegiatan yang disengaja yang berorientasi tujuan.

Apakah tujuan dari perubahan terencana? Pada hakikatnya ada dua tujuan dari perubahan terencana tersebut.

  • Pertama, perubahan itu mengupayakan perbaikan kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan dalam lingkungan.
  • Kedua, perubahan itu mengupayakan perubahan perilaku karyawan.

Jika suatu organisasi harus tetap hidup, organisasi itu harus menanggapi perubahan dalam lingkungan. Bila para pesaing memperkenalkan produk atau jasa baru, badan pemerintah memberlakukan undang-undang baru, sumber-sumber pasokan yang penting gulung tikar, atau terjadi perubahan lingkungan yang serupa, organisasi itu perlu menyesuaikan diri.

Sekarang kita akan berusaha membayangkan perubahan terencana dalam urutan besarnya. Perubahan urutan-pertama bersifat linear dan bersinambung perubahan itu menyiratkan tiadanya pergeseran yang mendasar dalam pengandaian yang dianut para anggota organisasi mengenai dunia atau mengenai bagaimana organisasi dapat memperbaiki fungsinya. Sebaliknya, perubahan urutan-kedua adalah perubahan multidimensional, multitingkatan, tidak sinambung, dan radikal yang mencakup pengkerangkaan ulang atas pengandaian mengenai organisasi dan dunia tempat organisasi itu beroperasi.

Contoh :

  • Perubahan urutan-pertama : Mikio Kitano, direktur dari semua rekayasa produksi pada Toyota, sedang memasukan perubahan urutan pertama dalam perusahaannya. Ia sedang mengusahakan perubahan lambat, halus, dan bertahap dalam proses produksi untuk memperbaiki efisiensi dari pabrik Toyota.
  • Perubahan urutan-kedua : eksekutif puncak Boeing baru-baru ini berjanji melibatkan diri untuk secara radikal mereka-ulang perusahaan mereka. Menanggapi penurunan perusahaan penerbangan yang masif, persaingan yang agresif dengan Airbus, dan ancaman-ancaman dari pesaing Jepang, perubahan order-kedua pada Boeing mencakup mengurangi biaya sampai 30 persen, mengurangi waktu yang diperlukan untuk membuat pesawat 737 dari 13 bulan sampai 6 bulan, mengurangi secara dramatis persediaan, mengkursuskan seluruh angkatan kerja selama 4 hari mengenai “daya saing,” dan mengungkapkan kepada pelanggan dan pemasok proses perancangan pesawat baru yang dulunya merupakan rahasia.

Dalam organisasi, siapakah yang bertanggung jawab untuk mengelola kegiatan perubahan? Jawabnya adalah agen perubahan.

 

Advertisements
Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Blog Stats
  • 25,518 hits
Categories
%d bloggers like this: