Memori setitik gelap yang terlupakan


Titik gelap yang terlupakan, tidak perlu terlalu larut didalamnya. biarkan itu mengalir seperti tetesan air gunung yang menuju laut. Aku telah sepakat dalam hati ini bahwa aku tidak akan pernah terlarut titik gelap itu. bagi ku disini masih banyak cahaya untuk terlalu menyibukkan titik gelap itu.

aku hanya ingin berpikir untuk hari ini dan esok, tidak hanya untuk titik gelap itu. titik yang membuat kebanyakan orang terpaku dan terpana sehingga melupakan cahaya.

Hati aku masih biru, walau terkadang aku mengigil merindukan matahari. Tuhan, aku masih disini. mensyukuri adanya hari ini.

Advertisements
Posted in what i think

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2010
M T W T F S S
« Nov   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Blog Stats
  • 28,009 hits
Categories
%d bloggers like this: