Jam masih berdenting
seperti sedang menghitung detik
Tunggu aku yang tak berhenti
Tiap detaknya menceritakan kejadian demi kejadian
Bukankah Tuhan menghadirkan-mu di waktu yang tepat?
Duduk dan menunggu, bukanlah dalam arti sebenarnya. Bukan badan ku yang duduk dan menunggu, tetapi hati dan jiwa ku yang masih disini menunggu diri-mu atau mungkin diri-mu yang lainnya. Aku percaya bahwa Tuhan menghadirkan diri-mu kedalam hari-hari ku di waktu yang tepat, dan aku tinggal menunggu kapan waktu itu.
Advertisement