Angka delapan memang menandakan keberadaan diriku, namun juga telah menjadikan ku tiada. Gerimis di Bulan November.
Ratusan ucapan di fb, twitter dan sms, namun hanya satu ucapan yang ku nanti tidak kunjung tiba. Mungkin diri mu sudah lupa, atau mungkin diri mu menghindari itu. Selama ini aku tidak pernah berharap mendapatkan puluhan, ratusan atau pun satupun ucapan di angka yang menandakan keberadaan diriku, cukup.. cukup dengan diri mu disampingku itu sudah sangat menandakan keberadaan diriku.
Meniup sebatang lilin dari seseorang memang suatu hal yang baru bagi ku, yup.. kau tau itu, bahwa aku memang seorang pria yang sangat kaku sehingga susah sekali mengekspresikan perasaan ku. Perasaan yang seharusnya aku dapat berbahagia di saat meniup lilin itu. Namun perasaan sedih menerpa saat aku meniup lilin itu, karena malam itu adalah menandakan kali ini tiada dirimu disamping ku. ya.. aku hanyalah seorang pria yang kaku, selalu berusaha menyembunyikan apa yang aku rasa.. Bahkan di malam itu.
Tahun-tahun lalu, semua telat mengucapkan selamat atas keberadaan ku, dan aku tidak peduli semua itu. Karena aku tau bahwa diriku selalu ada dihati mu. Namun tahun ini sangat berbeda sekali, bahkan adik ku pun mengucapkan selamat lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Dan diri mu sudah menjadi kenangan. Yang aku sendiri tidak tahu, apakah diri mu kenangan terindah ataupun terburuk di hidupku.
Rokok yang masih ku hisap, kopi hangat yang masih bisa aku minum, namun semua itu hanya berteman senyum manis dari foto diri mu.
Bagi ku, memang kehilangan semua orang itu memuakkan. Terbuang dari kehidupan sosial lebih menyiksa daripada hidup miskin. Namun aku yang lebih menyedihkan adalah ketiadaan diri ku dan diri mu. Kita.
No one special but november is mine, and yours
December 17th, 2011 at 18:52
angka 8 tuh keren bgt! beda kayak angka 0, angka 8 bernilai